Social Icons

youtube youtubefacebookgoogle plusDensus 99rss feedemail

Featured Posts

Acara Favorit TV Cingkrang

Siaran Bidngah, Takfir...

Kuliah Kampus WC

Pelajaran Lempar Bom & Menjarah

Kopasus Aswaja

Penjaga Aswaja & NKRI

Doktrin Mati Sangit

Jihad Abal-Abal

Monday, May 09, 2016

10 Fakta Suriah Yang Selalu Ditutupi Media Radikal Takfir

Fakta-fakta ini sudah berkali-kali saya katakan sejak 4,5 tahun lalu, dan saya tidak akan pernah bosan untuk terus mengatakannya. Berikut 10 fakta tersebut:
1. Pemerintah Suriah tidak pernah membantai Sunni. Hasil pemilu presiden Suriah yang diawasi lembaga-lembaga independen Juni 2014 kemarin, Assad terpilih kembali dengan perolehan 88.7% suara rakyat. Sedangkan kaum Sunni itu mayoritas (74%) di Suriah. Itu artinya mayoritas mutlak rakyat Suriah yang Sunni dan apapun latarnya masih mencintai Assad. Itu yang selalu ditutupi media-media Takfiri. Jika Assad adalah pembantai Sunni, mungkinkah mayoritas rakyatnya yang Sunni tersebut memilih dia?


Monday, May 02, 2016

Faham Radikal dan Anti NKRI adalah Musuh Bangsa Indonesia.

Faham Radikal dan Anti NKRI adalah musuh bangsa Indonesia. Menurut data yg di sampaikan pihak kepolisian dan BNPT setidaknya ada 19 nama organisasi di Indonesia yang tergolong dalam kelompok radikal, yaitu: Jamaah Islamiah, Tauhid Wal Jihad, NII (sedikit radikal), Majelis Mujahidin Indonesia Timur, Mujahidin Indonesia Barat, Ring Banten, Jamaah Ansharut Tauhid, Jamaah Al-Tawhid wal-Jihad, Pendukung dan Pembela Daulah Islamiah, Jamaah Anshauri Daulah, Ma'had Ansyarullah, Laskar Dinullah, Gerakan Tauhid Lamongan, Halawi Makmun Grup, Ansharul Khilafah Jawa Timur, IS Aceh, Ikhwan Muahid Indonesia fil Jazirah al-Muluk, Khilafatul Muslimin dan Al Muhajirin (sempalan HTI). 


Monday, April 18, 2016

Perang Opini dan Modus Jaringan Teroris

Mencermati Perang Opini dan Modus Jaringan Teroris Untuk Melancarkan Aksinya. Ada tiga pihak yang memberi jalan pada teroris:
  1. Pihak Bukan Teroris, tidak pro teroris dan tidak juga memerangi teroris. Statementnya biasanya: Teroris ada karena Amerika, Teroris ada karena ada Densus,
  2. Bukan teroris tapi opininya membela teroris: propaganda isu2 kezhaliman pada aktifis Islam, Imam Masjid, Da'i. ini memang digalang oleh teroris untuk mengaburkan jaringannya dan memperingan sanksi hukum.
  3. Bukan teroris tapi membela teroris yg ditangkap, dangan tujuan politik: mengkritisi legalitas penangkapan, mempertanyakan surat penangkapan dll. Mereka sebenarnya mengetahui tentang terorisme tapi dipersoalkan dengan masalah hukum untuk tujuan komiditi politik di balik slogan keadilan, HAM dll.


 

Sarkub In Action

Powered by Tim Densus 99

Suwuk Densus