Social Icons

youtube youtubefacebookgoogle plusDensus 99rss feedemail

Featured Posts

Acara Favorit TV Cingkrang

Siaran Bidngah, Takfir...

Kuliah Kampus WC

Pelajaran Lempar Bom & Menjarah

Kopasus Aswaja

Penjaga Aswaja & NKRI

Doktrin Mati Sangit

Jihad Abal-Abal

Friday, September 09, 2016

Da'i Wahabi Syafiq Basalamah DITOLAK Di Kampus ITS Surabaya

MWC, Banser, Polsek Rapat Koordinasi
Menyikapi rencana diadakannya kajian oleh da'i wahabi Ust. Syafiq Basalamah pada tanggal 11 September 2016 di Masjid Manarul Ilmi Kampus ITS Surabaya.

Langkah cepat diambil oleh jajaran MWC NU Sukolilo Surabaya dengan mengadakan rapat bersama pihak - pihak yang terkait di kampus ITS Surabaya. Pihak MWC NU Sukolilo ditemani banser juga berkoordinasi dengan Polsek Sukolilo. Dan hasilnya adalah acara kajian wahabi tersebut DIBATALKAN.

Wednesday, September 07, 2016

Aksi Aswaja Tolak Faham Radikal Wahabi di Jawa Timur

Virus Wahabi terus bermunculan di berbagai tempat di jatim secara terorganisir dan massif. Faham radikal wahabi merupakan ancaman laten bagi kerukunan umat dan keutuhan NKRI. Berikut beberapa aksi aswaja menolak faham radikal sekte wahabi di berbagai kota di jawa timur :


1. Jum’at (26/08/2016) siang, Gerakan Santri dan Pemuda Madura menolak kedatangan salah satu tokoh wahhabi Ustad Syafiq Riza Basalamah pada hari sabtu 27 Agustus 2016  di di Masjid Ridwan Jl. Diponogoro No. 103 Pamekasan dan Masjid Al-Munawwaroh Jl. Segara Pamekasan.  http://goo.gl/GrGFhy

Tuesday, September 06, 2016

GP Ansor Bojonegoro Geruduk Kantor Kemenag Bojonegoro

Minta Klarifikasi  Stiker Berbau  Wahabi dan HTI.
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bojonegoro, selasa pagi (06/09/2016) mendatangi Kantor Kementrian Agama (Kemenag) RI di Bojonegoro, mereka bermaksud meminta agar pihak Kemenag menarik materi sosialisasi gerakan mengaji yang telah beredar di masyarakat.
Abdullah Faizin, Ketua GP Ansor Bojonegoro mengatakan bahwa GP Ansor yang mempunyai fungsi untuk menjaga NKRI dan meneruskan ajaran Ahlusunah Wal Jamaah (Aswaja) menilai stiker yang diterbitkan oleh Kemenag Bojonegoro mengandung kalimat yang sering kali digunakan oleh kaum wahabi salafi.